Oleh: 4dpras | Februari 6, 2010

Rasa itu CINTA

Semarang, Pedurungan, 15 Januari 2010
Untuk sebuah Kenangan….

Tawa tak selalu menggambarkan suka cita
Tangis tak selalu menggambarkan hati yang teriris
Dan diam tak selalu mencekam
Karena rasa dalam hati, tak mudah dimengerti,
Karena perasaan tak mudah di ungkapkan.

Semua perasaan yang ada di dalam hati senantiasa berubah dan berbeda. Adakalanya kita tertawa karena bahagia, dan tak jarang pula tawa kita hanya untuk menutupi duka. Adakalanya kita menangis karena sedih, tapi tangis juga refleksi dari rasa haru bahkan kegembiraan. Ada pula satu perasaan yang dapt menggambarkan rasa itu semua. Rasa itu adalah CINTA.

Seekor induk burung rela menahan laparnya hanya untuk mengerami telurnya
Seorang ibu rela memberikan apa saja demi kebaikan anaknya,
Seorang ayah rela berlelah-lelah agar anaknya merasa bahagia dirumah,
Seorang kakak ikut menangis ketika raut muka adiknya tak lagi manis,
Seorang sahabat senantiasa memberi dan mengingatkan dalam kebaikan
Semuanya karena CINTA

Di setiap hati manusia pasti terdapat rasa cinta, walaupun hanya seujung jari. Bahkan, seorang pembunuh yang telah menumpahkan banyak nyawa, didalam hatinya pasti masih ada cinta. Cinta dapat membawa ketenangan bila kita memaknainya dengan benar didalam kehidupan. Namun cinta dapat berubah bak seonggokan sampah bila kita memaknainya dengan salah. Untuk itu renungkanlah saudaraku didalam hati kita masing-masing, apakah kita hanya mengejar cinta manusia, ataukah kita mengejar cinta dari penguasa alam semesta? Karena cinta manusia hanyalah sementara, semu dan melenakan, karena cinta ALLAH SWT abadi, sempurna dan menyejukan.

Mari kita renungkan bagaimana cinta Sang Khaliq kepada setiap makhlukNya. Dipadang Gersang sekawan gajah tak sampai mati ataupun punah meskipun mencari air saj susah. Beruang kutub masih tetap bisa berjalan walau salju telah menutupi setiap jengkal daratan dan lautan. Kaktus tetap berdiri dengan tangguh meski butiran air tak kunjung jatuh. Dan manusia bisa bertahan hidup walau ia tinggal di padang savana ataupun kutub.
Apakah pantas bila membalas cinta dengan perbuatan durhaka?
Apakah kita pantas bila kenikmatan yang ada dibumi tidak kita syukuri?
Dan pantas bila rasa syukur kita ganti dengan kufur?

Bayangkanlah bila cinta dan kasih sayang-Nya tak lagi diturunkan ke bumi.
Bayangkan bila hati manusia tak lagi memiliki cinta.
Bayangkan bila Sang Pemberi nikmat mengangkat setiap nikmat yang ada pada makhlukNYA.

Rasa itu adalah cinta….
Yang membuat manusia menitikan butir-butir air mata disepertiga malam terakhir
Yang membuat manusia ingat akan dosa dan keslahannya
Yang membuat jiwa senantiasa bercahaya
Yang membuat khusyu’ didalam sujud dan ruku’

Wahai jiwa-jiwa yang penuh rasa cinta
Mantapkan hati untuk menggapai cinta yang hakiki.
Mantapkan hati untuk mencari ridho ilahi.
Jangan biarkan cinta mu hampa
Dan jangan biarkan cintamu salah makna.

Wahai Dzat yang membolak-balikan hati, jangan biarkan cintaku pada Hamba-Mu melebihi cintaku pada-Mu

Saudaraku………
jazakumullah atas semua cinta yang telah kau berikan padaku
jazakumullah atas semua perhatian yang tak lelah kau curahkan padaku
jazakumullah atas semua nasehat-nasehat indah yang kau berikan padaku
jazakumullah atas sebuah ukhuwah yang kini kau rajut untukku

Aku berharap kau tetap ada untuk selalu mengingatkanku.
Maafkan aku bila selama ini aku banyak salah padamu
Maafkan aku bila selama ini aku banyak menggoreskan lara dihatimu
Maafkan aku bila candaku tak berkenan dalam hatimu
Maafkan bila aku belum bisa memahami dirimu.

Kutulis surat ini hanya untukmu sodaraku karena ALLAH SWT sebuah tanda untukmu mengobati luka yang pernah tergores di hatimu dan mengingatkanku pada cintaNYA

Surat ini kurangkai kata demi kata dengan penuh rasa cinta
Surat ini kubingkai dengan indah seindah engkau, wahai sodaraku
Surat ini kulantunkan dengan sejuta do’a untukmu
Surat ini disertai dengan lantunan lagu merdu
Agar pertemuan mu dan aku terkenang selalu.

Walau nantinya kau jauh dariku
Semoga hati-hati kita tidak menjauh.
Semoga kita bisa menjadi saudara yang bisa mengerti dan saling memahami
Ijinkanlah aku untuk tetap menjadi saudaramu

Semoga ALLAH memberikan takdir terindah dan terbaik untukmu

Yang Fakir atas segalanya

ADI PRASETYO

Oleh: 4dpras | Januari 16, 2010

Keberanian dan kesabaran

oleh : Ustad anis matta

Tidak ada keberanian yang sempurna tanpa kesabaran. Ini kerana kesabaran adalah nafas yang menentukan lama tidaknya sebuah keberanian bertahan dalam diri seseorang pahlawan. Maka, dahulu ulama kita mengatakan, “Keberanian itu sesungguhnya hanyalah kesabaran sesaat”. Risiko adalah pajak keberanian. Dan hanya kesabaran yang dapat membekal seseorang pemberani dengan kemampuan untuk membayar pajak itu terus menerus. Dan itulah yang dimaksudkan Allah SWT dalam firman-Nya: “Jika ada dia antara kamu dua puluh orang penyabar, nescaya mereka akan mengalahkan dua ratus orang. Dan jika ada di antara kamu seratus orang (penyabar), nescaya mereka akan mengalahkan seribu orang kafir” .( Q. 8:65) Ada banyak pemberani yang tidak mengakhiri hidup sebagai pemberani. Ini adalah kerana mereka gagal menahan beban risiko. Jadi keberanian adalah aspek ekspansif daripada kepahlawanan. Tapi, kesabaran adalah aspek defensifnya. Kesabaran adalah daya tahan iman yang menentukan sejauh apa yang kita mampu bertahan dalam menghadapi tekanan hidup. Mereka yang memiliki sifat ini pastilah berbakat menjadi pemimpin besar. Firman Allah SWT ini; “Dan Kami jadikan di antara mereka sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka bersabar dan mereka selalu yakin dengan ayat-ayat Kami” (Q. 32:24) Demikianlah kemudian ayat-ayat kesabaran di dalam Al-Quran dan dijelaskan dengan terperinci beserta contoh aplikasinya oleh Rasulullah SAW, sampai-sampai Allah menempatkan kesabaran dalam posisi yang paling terhormat ketika Dia berkata; “Mintalah pertolongan dengan kesabaran dan solat. Sesungguhnya urusan ini amatlah berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk” (Q. 2:45) Rahsianya adalah kerana kesabaran ibarat wanita yang melahirkan banyak sifat lain. Daripada kesabaranlah lahir sifat santun. Daripada kesabaranlah pula lahir kelembutan. Bukan hanya itu. Kemampuan menjaga rahsia juga lahir dari rahim kesabaran. Demikian pula berturut-turut lahir kesungguhan, kesinambungan dalam bekerja dan yang mungkin sangat penting adalah ketenangan. Tapi kesabaran itu pahit. Semua kita tahu begitulah rasanya kesabaran itu. Dan begitulah suatu saat Rasulullah SAW berkata kepada seorang wanita yang sedang menangisi kematian anaknya; “Sesungguhnya kesabaran itu hanya pada benturan pertama”. (Bukhari dan Muslim). Jadi, yang pahit dari kesabaran itu hanya permulaannya. Kesabaran pada benturan pertama menciptakan kekebala pada benturan selanjutnya. “Mereka memanahku bertubi-tubi, sehingga panah itu hanya menembus panah”, kata penyair Arab nombor satu sepanjang sejarah, Al-Mutanabbi. Mereka yang mempunyai naluri kepahlawanan dan keberanian, harus mengambil saham terbesar dari kesabaran. Mereka harus sabar dalam segala hal; dalam ketaatan, meninggalkan maksiat atau menghadapi cubaan. Dan dengan kesabaran tertinggi, “sampai akhirnya kesabaran itu sendiri yang gagal mengejar kesabarannya,” kata Ibnul Qoyyim.

Oleh: 4dpras | Januari 16, 2010

Kegagalan

Kegagalan2 di masa lalu saya merupakan pelajaran yang sangat berharga yang akhirnya berbuah kesuksesan.

Saya belajar banyak dari kegagalan saya, saya bisa menjadi ‘lebih pintar’ karena saya pernah gagal.

Saya pernah gagal, tapi saya masih di sini…

Oleh: 4dpras | Januari 2, 2010

20 Kriteria Ikhwan Genit

“ Ikhwan “ begitu kata bahasa arab yang artinya “ saudara laki-laki”, tetapi ternyata ada perkembangan makna, istilah bahasa indonesianya “ sinekdoke totem pro parte” ikhwan ialah seorang laki-laki yang sholeh, yang selalu ke masjid, seorang aktivis dakwah, mungkin ditambah lagi, jenggoters n congklangers ahh.. begitulah ikhwan. Mencoba menyoroti, duluw saya n teman saya (link mae) membuat kriteria ikhwan black list di bumi mipa, menyoroti ikhwan-ikhwan yang agak nyleneh di mipa [heheh, ada ada aja ya]. Ya karena sifat n karakter mereka ga ikhwan bangetzzz jadi ya dimasukin dalam daftar ikhwan black list. Jujur, saya yang sekarang orangnya open mind, open source (emange linuxers :D ), n ga se saklek duluw (walau duluw juga ga begitu saklek) mencoba membuat kriteria ikhwan genit ( ditunggu bagi akhwat yang saklek, mungkin bisa menambahkan kriteria) :D Diantaranya sebagai berikut:

1.Ikhwan genit akan bergaya dia paham agama tapi sebenarnya biasa-biasa saja.

2.Ikhwan genit jarang ke Masjid, ke Masjidnya pas jum’atan saja. Pas Jum’atan aja masih diselingi ngantuk, rame sendiri, dan sibuk dengan HP nya.

3.Ikhwan genit, akan menyingsingkan celananya alias menjadi sosok congklangers ( biar ga isbal ) di depan para akhwat sedang klo bertemu dengan cewek biasa diturunkan lagi celananya.

4.Ikhwan genit suka chating dengan akhwat, diskusi dengan hal-hal yang ga perlu, katanya segh dakwah di dunia maya, tetapi yang diobrolkan jauh dari nilai esensi dakwah.

5.Ikhwan genit suka nelpon-nelpon akhwat tanpa agenda yang jelas, lama banget, n mendayu-dayu, padahal sms saja bisa.

6.Ikhwan genit, memanfaatkan amanah dakwah nya untuk kepentingan dirinya, dan menseleksi akhwat, menilai akhwat layak tidak untuk dirinya, sekufu tidak dengan dirinya, dan orientasi pribadi lainnya.

7.Ikhwan genit memanfaatkan kepandaiannya dalam skill tertentu untuk menarik akhwat, misal skill memperbaiki komputer,HP, pemrograman, buat blog (site) dan buat proposal atau kerja teknis lainnya.

8.Ikhwan genit berjalan suka jelalatan, klo ada akhwat yang melintas di depannya selalu memberi penilaian, “ akhwat ini 80, akhwat itu 70 … dsb”

9.Ikhwan genit, sok perhatian ke akhwat, mempunyai belas kasihan yang terlalu berlebihan, padahal biasa-biasa saja sebenarnya bisa.

10.Ikhwan genit, suka bercanda dan cair dengan akhwat, dan ga risih dengan syuro yang berhadap-hadapan.

11.Ikhwan genit suka sekali sms tausiyah padahal sebenarnya dia lagi kangen saja sama akhwat idolanya, menurut saya etika sms tausiyah,” sent to all”, ga ada spesifikasi untuk ikhwan/akhwat tertentu, atau untuk lebih berhati-hati ikhwan sms tausiyahnya ke ikhwan dan akhwat ke akhwat.

12. Ikhwan genit yang kebetulan mendapat amanah di kaderisasi, perhatian n sok campur tangan dengan kaderisasi akhwat, padahal jelas-jelas kaderisasi ikhwan dan akhwat benar-banar sesuatu yang terpisah, dan semuanya sudah ada yang ngurusin.

13.Ikhwan genit suka menjanjikan “ nikah “ kepada seorang akhwat padahal itu masih lama banget menikahnya alias ngetek duluan, n yang terjadi akhirnya adalah back street.. wew parah!!

14.Ikhwan genit suka koleksi foto akhwat, dan suka menge-crop foto akhwat yang jadi idolanya, dan lebih gila lagi, menjadikannya background atau screen servernya di komputernya atau laptopnya.

15.Ikhwan genit suka koleksi teman-teman akhwat dengan FB, YM, dan sok perhatian ngasih komen di FB nya.

16.Ikhwan genit ga suka kajian, tapi seneng beli buku, padahal bukunya juga ga di baca.

17.Ikhwan genit suka jalan-jalan di Sunday morning dan melotot lihat akhwat cantik, n ga bisa Godhul bashor, ayo ikhwan tundukkan pandanganmu, biar kami bisa leluasa kalau harus berjalan di depanmu.
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, … (QS.An-Nuur[24]:30-310″

18. Ikhwan genit dalam obrolan teman sesamanya yang dibicarakan selalu seputar akhwat, minim membahas ilmu dien, dan strategi dakwah.

19.Ikhwan genit sering berkunjung ke tempat akhwat, banyak sekali alasannya, entah mau pinjem buku, mau ngantar sesuatu, atau apalah tanpa ada alasan yang jelas.

20.Ikhwan genit suka tertawa terbahak-bahak ga karuan kalau lagi berkumpul sesamanya, padahal kelihatannya antheng & alim banget pas di depan akhwat & pas syuro’.

Whuacch… Alhamdulillah terlaksana sudah, janji saya ke Dona, mau buwat 20 kriteria ikhwan genit. Bagi yang termasuk didalamnya, yuuk… marii.. perbaiki diri, [termasuk saya juga!]. Mari mengazzamkan diri menjadi insan yang baik dan terbaik di depan penglihatan Allah atas kita. Dari cerita teman liqo’ saya, yang katanya kualitas kader kampus saat ini menurun drastis, pakaiannya segh ikhwani dan akhwati tapi spirit ruhiyah, haroky dan keilmuannya minim banget. Melesunya dakwah kampus karena hegemoni sekuler dan tuntutan akademik yang mengharuskan untuk cepat lulus dengan IPK yang bagus. Semoga tulisan ini memberi sedikit kontribusi untuk dakwah kampus kedepannya.

Umar bin Utsman berkata: “ Ilmu itu adalah pemimpin, takut adalah pengemudi, sedangkan nafsu adalah kuda yang mogok diantara keduanya yang menipu dan berpura-pura. Waspadalah dan jagalah dia dengan siasat ilmu dan kemudikan dia dengan ancaman ketakutan, maka engkau akan mendapatkan apa yang engkau harapkan.”

Abu Ja’far Al-Mihwali berkata: “ Haram atas hati yang mencintai dunia untuk mendapatkan ketenangan dan kehormatan ilahi. Haram atas jiwa manusia yang senang keduniaan untuk mendapatkan kemanisan dan kelezatan akhirat. Haram atas orang alim yang tidak mengamalkan ilmunya untuk dijadikan imam bagi orang-orang yang bertakwa”

“ Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah nisacaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahan dan melipat gandakan pahala baginya.” (QS Ath-Thalaq: 5)

Oleh: 4dpras | Januari 2, 2010

Kenapa Kita Tidak Bisa ????

Dikisahkan, ada seorang anak berusia 9 tahun. Saat dia sedang membantu ayahnya mengangkut batu bara demi mengumpulkan dana untuk kegiatan amal, terjadilah kecelakaan yang telah merubah seluruh kehidupannya. Dia terjatuh, dan kakinya terlindas kereta api barang sehingga sepasang kaki harus diamputasi. Berbulan-bulan, hari-harinya diwarnai dengan penderitaan panjang, dia harus berjuang dari satu meja operasi ke meja operasi lainnya dan menghabiskan jam-jam yang sangat menyakitkan.

Namun dia tidak pernah patah semangat dan dengan tegar menjalaninya sehingga dokter mengijinkannya keluar dari rumah sakit dengan berkursi roda. Tanpa membuang waktu dia ingin menguji fisiknya dengan belajar berenang. Pertama kali masuk ke air, dia pun langsung tenggelam sampai ke dasar kolam renang. Pelatihnya menggunakan jala untuk mengangkatnya naik ke permukaan. Pelajaran mengapung dan seterusnya dilakukan setiap hari dan 5 bulan kemudian dia mampu berenang sebanyak 52x panjang kolam renang tanpa berhenti! Sungguh luar biasa!

Dan sejak saat itu, tidak ada lagi yang bisa menghalangi keinginannya untuk melakukan kegiatan fisik layaknya orang-orang yang bertubuh normal. Dia belajar menyetir mobil, ikut balapan dan berhasil menjadi atlet gokart yang handal, disegani dan terkenal.

Ketekunannya berlatih fisik di kolam renang dan tempat tinggalnya yang tak jauh dari pantai, menginspirasinya belajar menjadi surf lifeguard, yaitu penjaga pantai yang melindungi dan menyelamatkan para peselancar. Dia satu-satunya manusia di dunia, tanpa kaki yang berprofesi seperti itu. Dia juga belajar Taewondo hingga memperoleh Dan 3. Olahraga lempar cakkram, tolak peluru dan lempar lembing berhasil mengalungkan 35 medali dalam kehidupannya. Pencapaian prestasinya melandasi kepercayaan dirinya membina hubungan dengan seorang wanita yang dicintai. Akhirnya dia menikah dan memperoleh 3 orang anak. Bersama istrinya, mereka bahu membahu menjadi pengusaha sukses. Berkat prestasi dan keinginannya membantu orang lain agar tidak menyerah, akhirnya menghantarkannya menjadi pembicara motivasional kelas dunia. Pemuda hebat itu bernama TONY CHRISTIANSEN.

Saat ditanya apa rahasia suksesnya? Dia menjawab: Mengapa harus menunggu? Jangan menghabiskan waktu dengan duduk dan menunggu tertabrak kereta api sebelum melakukan sesuatu dan mencetak berprestasi. Kecelakaan yang saya alami telah mengasah karakter serta hidup saya dalam beragam cara! Membantu saya dalam menyampaikan pesan kepada semua orang yang mau mendengar, mau belajar serta mau merubah hidup lebih baik! Jadi, mengapa harus menunggu? Segera lakukan! – TAKE ACTION!!”

Rekan2…

Hidup adalah tindakan! Live is action! Sebuah cita-cita yang indah, jika hanya menunggu tanpa bertindak nyata, maka tinggal hanya mayat cita-cita, sebuah perencanaan yang matang tanpa action! Cuma menyisakan coretan kosong.

Cerita manusia luar biasa Tony Christiansen tadi cukup jelas pelajaran yang bisa kita ambil. Bagaimanapun keadaan fisik kita , atau betapapun jeleknya keadaan di luar kita, semuanya bisa di rubah, nothing is impossible, tiada yang mustahil!

1 Prinsip yang HARUS Kita miliki adalah “Tidak ada kata TIDAK BISA dan TIDAK MUNGKIN di dalam Kamus KEHIDUPAN Saya”

Kalau seorang Tony saja bisa menjadi PAHLAWAN TANPA KAKI, bagaimana dengan kita yang masih memiliki Anggota tubuh yang lengkap dan Sempurna…?

Oleh: 4dpras | November 24, 2009

Jejak….

 

 

 

menapaki langkah langkah berduri
menyusuri rawa lembah dan hutan
berjalan di antara tebing curam
semua dilalui demi perjuangan

 

letih tubuh di dalam perjalanan
saat hujan dan badai merasuki badan
namun jiwa harus terus bertahan
karena perjalanan masih panjang

kami adalah tentara Alloh
siap melangkah menuju ke medan juang
walau tertatih kaki ini berjalan
jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan

wahai tentara Alloh bertahanlah
jangan menangis walau jasadmu terluka
sebelum engkau bergelar SYUHADA
tetaplah bertahan dan bersiap siagalah

by IZZIS

Oleh: 4dpras | Maret 9, 2009

Wanita ibarat rama-rama

Lihatlah rama-rama, ia cantik. Apabila pandangan kita dihiasi rama-rama, kita menjadi suka dan ceria. Hampir semua orang akan tersenyum melihat rama-rama. Ia mengindahkan alam dan menyempurnakan sekuntum bunga. Seindah mana pun bunga tanpa rama-rama mahu hinggap di situ, tentu ada sesuatu yang tidak kena. Cubalah tangkap dan pegang rama-rama itu dengan sayapnya. Lihat apa yang melekat di jari anda warna dan corak rama-rama itu telah berpindah ke jari-jari anda. Kemudian lepaskan kembali, ia terbang tapi lebih terbuai oleh angin.

Siapa pun yang akan menangkapnya kembali tidak tertarik padanya lagi. Harganya telah tiada untuk dikagumi, disimpan mahukan diawetkan. Rama-rama ibarat wanita. Ia indah untuk dipegang tetapi nilainya cepat turun setiap kali ada tangan-tangan yang tidak wajar hinggap pada tubuhnya. Memang fizikalnya tiada apa-apa yang kurang, tapi harga diri dan maruah telah mula tercemar. Begitulah wanita. Ia bagaikan rama-rama yang terbang membawa corak-corak indah, apabila corak-corak itu telah pudar ia tidak dipedulikan lagi. Harga rama-rama terletak pada warna dan coraknya; harga wanita terletak pada apakah tubuhnya masih tulen tatkala dia didampingi oleh suaminya. Rama-rama terpaksa berjuang untuk memulakan hidupnya. Dia terpaksa membebaskan diri daripada kepompong. Bukan mudah untuk keluar daripada kepompong yang mengikat itu. Sedangkan sepanjang berada di dalam kepompong tiada siapa pedulikannya, malah tatkala bergelar ulat ia lebih dibenci. Sulitnya untuk akhirnya bergelar rama-rama. Terpaksa melalui kitaran dan evolusi bentuk. Daripada sesuatu yang menjijikan akhirnya bertukar menjadi sesuatu yang amat menyenangkan. Rama-rama adalah contoh terbaik wanita untuk sedar betapa bernilainya kehidupan mereka.

Tetapi zaman sekarang ni kita dapat lihat ramainya wanita menghilangkan nilai dirinya dengan mudah.Maruah bagaikan tiada harga.Malunya sudah tidak menjadi benteng untuk dirinya…Aduhai betapa malangnya…

Sama-sama kita renungkan….

Semoga ALLAH menunjukkan kita semua jalan yang lurus dan benar

Oleh: 4dpras | Oktober 16, 2008

16 Oktober 2008

Assalamu’alaikum…..

Masih terngiang jelas dikepalaku

Saat aku masih digendong dan dibelai lembut

jari tangan ibu tercinta…

Tapi masih ingatkah aku…

akan luka yang sering kali ku goreskan

di Hati ibu ku yang tersayang….

Ya Rabbi….

Di Usia 22 tahun ini aku berharap…

Aku bisa menjadi orang yang mampu

membuat ibu ku tersenyum bahagia…

membuat ibu ku merasa bangga….

Untukmu ibu…

Segenap jiwa ku persembahkan….

Untukmu ibu…

Semua raga ku korbankan…

Untukmu ibu…

Ku Persembahkan Segala yang terbaik..

Untukmu ibu….

Kubaktikan segala hidupku….

Ku persembahkan tulisan ini..

untuk wanita yang…

paling luar biasa…

paling cantik….

paling baik….

dan yang paling mengerti

apa itu sebuah kasih sayang…

IBU ku Tercinta…

Oleh: 4dpras | Juli 7, 2008

Izinkan Kami Menata Ulang Taman Indonesia

Izinkan Kami Menata Ulang Taman Indonesia

Oleh: Muhammad Anis Matta, Lc*

“Sejarah adalah catatan statistik tentang denyut hati, gerak tangan, langkah kaki, dan ketajaman akal.”
(Malik Bin Nabi, Ta`ammulat; 35)

Ledakan Energi Peradaban

Empat syuhada berangkat pada suatu malam,
gerimis air mata tertahan di hari keesokan,
telinga kami lekapkan ke tanah kuburan dan simaklah itu sedu-sedan,
Mereka anak muda pengembara tiada sendiri,
mengukir reformasi karena jemu deformasi,
dengarkan saban hari langkah sahabat-sahabatmu beribu menderu-deru,

Kartu mahasiswa telah disimpan dan tas kuliah turun dari bahu.
Mestinya kalian jadi insinyur dan ekonom abad dua puluh satu.

Tapi malaikat telah mencatat indeks prestasi kalian tertinggi di Trisakti bahkan di seluruh negeri,
karena kalian berani mengukir alfabet pertama dari gelombang ini dengan darah arteri sendiri,

Merah Putih yang setengah tiang ini,
merunduk di bawah garang matahari,
tak mampu mengibarkan diri karena angin lama bersembunyi.
Tapi peluru logam telah kami patahkan alam doa bersama,
dan kalian pahlawan bersih dari dendam,
karena jalan masih jauh dan kita perlukan peta dari Tuhan.
(Taufik Ismail, 1998)

Begitulah Taufik Ismail lewat sajak berjudul 12 Mei 1998 mengabadikan kepahlawanan empat mahasiswa Trisakti yang gugur diterjang peluru kediktatoran rezim Orde Baru; Elang Mulyana, Hery Hartanto, Hendriawan Lesmana, dan Hafidin Royan. Mereka adalah sebagian dari pelaku baru sejarah Indonesia dan sekaligus fajar yang menandai lahirnya generasi baru, generasi 1998.

Ibu pertiwi seperti menepati janjinya. Janji untuk melahirkan anak-anak yang setia pada cita-cita luhurnya; anak-anak yang membawa keberanian ditengah ketakutan, mengibarkan bendera perlawanan terhadap penindasan, memekikkan gaung pembelaan di tengah pengkhianatan; anak-anak yang memberikan darahnya dengan tulus sebagai mahar untuk kebebasan dan keadilan; anak-anak yang meninggalkan kenikmatan masa mudanya dengan penuh cinta untuk hidup dalam debu dan deru jalanan, bahkan menyerahkan hidupnya agar bangsa ini bisa hidup dengan cara yang lebih baik.

Maka sejarah panjang bangsa ini, setidak-tidaknya dalam hitungan abad ini, ditandai dengan kelahiran generasi demi generasi pada setiap persimpangan sejarah. Jika generasi 98 berhasil menumbangkan Orde Baru, maka generasi 66 berhasil mengakhiri Orde Lama. Dalam (puisi) “Sebuah Jaket Berlumur Darah” Taufik Ismail melukiskan suasana kepahlawanan itu.

Sebuah jaket berlumur darah
kami semua sudah menatapmu
telah berbagi duka yang agung dalam kepedihan bertahun-tahun.

Begitu kita menyusuri sejarah bangsa ini lebih jauh, kita akan bertemu dengan generasi 45 yang mempelopori perjuangan kemerdekaan. Dan lebih jauh ke belakang, ada generasi 28 yang mempelopori persatuan nasional dalam simbol tanah air, kebangsaan dan bahasa persatuan melalui Sumpah Pemuda. Lebih jauh lagi, kita akan bertemu dengan generasi 1900-an yang mempelopori kebangkitan nasional. Semua angkatan itu lahir silih berganti sampai datang angkatan 1998. Dan mereka lahir pada titik persimpangan sejarah dan memberi arah bagi perjalanan bangsa kita. Mereka selalu muncul sebagai pelopor, menghentikan kesunyian sejarah dan mengobarkan api kehidupan.

Abad 20, dalam perspektif bangsa kita, sesungguhnya adalah sejarah anak-anak muda. Tapi itu bukan hanya milik Indonesia. Tanggal 23 Oktober 1956 Revolusi Hongaria meletus di tangan para pemuda dan mahasiswa yang menentang pendudukan Uni Soviet dan pemerintahan boneka. Para pemuda dan mahasiswa bahkan mempelopori perlawanan terhadap negara adi kuasa itu di seantero kawasan Eropa Timur.

Eropa Barat juga menyaksikan gelombang gerakan pemuda dan mahasiswa sepanjang tahun 60-an; gerakan mahasiswa di Perancis meledakkan Krisis 22 Mei 1968, mahasiswa Spanyol bangkit menentang diktator Jendral Franco pada 1965. Hal yang sama juga terjadi di Italia, Belgia dan negara Eropa lainnya.

Di dunia Islam, baik di kawasan Asia dan Afrika, para mahasiswa dan pemuda bangkit mempelopori perlawanan terhadap para penjajah di sepanjang paruh pertama abad 20 sampai tahun 70-an. Para pemudalah yang terlibat dalam Revolusi Aljazair 1954 yang mengenyahkan Prancis dari tanah itu. Para pemuda dan mahasiwa juga berhasil mengusir Inggris dari Mesir. Dan sekarang, sejak 1987 hingga sekarang, anak-anak muda bahkan yang masih bocah, telah meletuskan Intifadhah melawan penjajah Israel di Palestina.

Anak-anak muda melemparkan batu melawan serdadu Israel yang bersenjata lengkap sambil menyenandungkan syair Hasyim Al-Rifa’i

Itulah syurga yang menuntut harga
Hanya dari urat nadi para syuhada

Anak-anak muda selamanya adalah energi peradaban yang mengalirkan sungai sejarah. Setiap kali energi itu meledak, maka sejarah segera mencatat peristiwa-peristiwa dan langit menjadi saksi. Sebuah lembaran kehidupan baru dari buku sejarah manusia telah dibuka. Dan sejarah, kata Malik Bin Nabi, adalah catatan statistik tentang denyut hati, gerak tangan, langkah kaki dan ketajaman akal.

Anak-anak yang Gelisah

Sejarah anak-anak muda adalah sejarah perlawanan dan pembelaan. Sebelum kemerdekaan anak-anak muda Indonesia bangkit menyatukan bangsa dan melawan penjajah serta merebut kemerdekaan. Tapi setelah merdeka mereka bangkit melawan penguasa tiran dan diktator serta membela rakyat dari penindasan sosial, ekonomi dan politik.

Adalah bagian dari keunikan abad ini, Allah swt menakdirkan para penguasa tiran dan diktator lahir pada waktu yang hampir bersamaan. Ketika tirani Soekarno merajalela di Indonesia, maka di Yugoslavia ada Tito dan di Mesir ada Nasser. Ketika kediktatoran Soeharto membungkam rakyat Indonesia, maka di Libya ada Khadafi, di Irak ada Saddam, di Syiria ada Asad, dan di Iran ada Pahlevi. DI abad ini pula lahir Hitler, Stalin dan Mossoulini. Jangan lupa, di abad ini pula dunia terlibat dalam dua kali perang akbar, Dunia I dan II, pada 1914 dan 1942.

Perlawanan dan pembelaan adalah energi peradaban. Dan energi itu lahir dari kegelisahan. Tapi dari manakah kegelisahan itu tercipta? Dari idealisme yang terpasung di alam kenyataan. Maka setiap kali janji kemakmuran terpasung dalam krisis ekonomi yang menyengsarakan rakyat, atau suara keadilan terbungkam dalam tirani kekuasaan, atau kebebasan ditindas oleh kediktatoran, setiap kali itu pula ada kegelisahan yang meresahkan jiwa anak-anak muda dan mencaut semua kenyamanan hidup mereka. Maka mereka bergerak dan segera berdiri di garis depan menyambut penggilan sejarah. Tapi anak muda macam manakah mereka? “Mereka adalah anak-anak muda yang telah beriman kepada Tuhan mereka, lalu Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.” (QS. Al-Kahfi:13)

Demikianlah. Kegelisahan menjadi isyarat dari anak-anak peristiwa yang akan lahir dari rahim sejarah. Kegelisahan memberi energi. Dan energi itu tumpah ruah dalam semangat perlawanan dan pembelaan. Maka, ada peristiwa ada sejarah. Tapi ada satu fenomena yang jarang kita perhatikan dalam langkah sejarah, bahwa gerakan-gerakan pemuda seringkali dimatikan oleh orang-orang yang mencetuskannya pertama kali. Lihat Soekarno dan Soeharto.

Saatnya Kaum Muda Bangit Kembali

Kini, kita tengah berada di persimpangan sejarah. Generasi 98 telah menjalankan tugasnya. Mereka telah berhasil menumbangkan rezim Orde Baru dan mengatar sejumlah elit politik baru ke panggung sejarah Indonesia. Tapi tugas belum betul-betul tuntas. Tahun ini kita memperingati Sumpah Pemuda dengan kenyamanan yang terampas, sebab ada kegeliasahan baru, sebab ada idelisme yang terpasung di alam kenyataan, sebab cita-cita reformasi seperti hilang lenyap dalam retorika politik.

Masa transisi yang tengah kita alami ini boleh jadi merupakan awal dari bencana besar yang mungkin akan menimpa bangsa kita di masa depan. Sebab `humor-humor’ pemimpin kita ?Abdurahman Wahid? ternyata gagal membuat bangsa ini menjadi cepat tersenyum. Apalagi tertawa. `Humor-humor’ itu untuk sebagiannya, bahkan terasa mengerikan. Seperti ketika arogansi berhadap-hadapan dengan kenyataan bahwa negara kita sedang menghampiri kebangkrutannya, seperti ketika semangat memberantas KKN berhadap-hadapan dengan semangat balas dendam atas kemiskinan masa lalu. Seperti ketika demokrasi dan keterbukaan serta dialog berhadap-hadapan dengan semangat balas dendam atas marginlisasi politik masa lalu.

Pemerintahan Abdurahman Wahid sekarang, menurut saya, tidak akan mungkin bisa menegakkan hukum dengan baik. Karena; pertama, dia membawa dendam masa lalu, baik dendam atas kemiskinan atau dendam atas marginalisasi politik di masa lalu. Itu tidak mungkin, dan lebih parah lagi dia memang tidak mau. Kita tidak bisa berharap dari pemimpin yang `nervous’ di depan kekuasaan dan uang.

Ada masalah dalam bangsa kita, pertama dalam hal konsistensi yakni masalah penyimpangan di ujung jalan atau di tengah jalan. Pemimpin yang diasumsikan lurus ternyata membuyarkan seluruh harapan masyarakat. Itu juga yang mungkin terjadi sekarang. Mereka yang meretas jalan, tapi mereka pula yang merubuhkan panggungnya sendiri. Begitu seterusnya. Maka sudah saatnya kita berfikir bahwa kita yang meretas jalan, kita juga yang akan mengisi panggung itu seterusnya.

Kedua, rakyat ini tidak punya firasat. Ketika kita mencalonkan seorang, atau setidak-tidaknya menitipkan harapan pada seorang calon pemimpin, kita tidak mempunyai firasat tentang orang itu, bahwa orang itu bisa jadi gagal mengantar bangsa untuk menyelesaikan sebagian dari persoalan selama ini. Jadi terlepas dari perhitungan-perhitungan politik, pada dasarnya semua akan tergantung pada firasat kita terhadap seseorang. Dan kalau rakyat tidak mempunyai firasat tentang orang yang dicalonkannya, itu berarti mereka tidak mengenal dirinya sendiri. Dan ini berhubungan dengan hadits Nabi, “Kalau Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan mengangkat orang yang terbaik dari kaum itu sebagai pemimpin mereka, dan kalau Allah membenci suatu kaum maka Dia akan mengangkat orang yang terjahat menjadi pemimpin kaum itu.”

Kita, anak-anak muda yang telah menunaikan sebagian dari tugas sejarah, sekarang harus segera kembali mengkonsolidasikan diri, mencabut harapan pada pemerintahan ini, dan segera mematangkan diri secara dini, kemudian berkata dengan yakin kepada bangsa ini:

Tuntaskan reformasi
Percepat alih generasi
Dan pertahankan keutuhan Indonesia.

Mungkin memang harus begini kejadiannya. Bahwa sejarah menghendaki kita melangkah lebih cepat untuk menyelamatkan bangsa ini. Kita harus kembali penuhi jalan-jalan. Tanpa mengurangi rasa hormat, barangkali merupakan dosa untuk terus mempercayai tugas sejarah ini kepada orang-orang tua kita sekarang. Perubahan-perubahan besar dalam sejarah pada mulanya tampak seperti kabut yang menghalangi cahaya matahari turun ke bumi. Itu yang membuat banyak orang ragu-ragu untuk melakukannya. Tetapi apabila masyarakat sudah mulai resah akibat lilitan berbagai macam problema, percayalah bahwa keresahan itu adalah awal dari ledakan energi peradaban.

Dulu Rasulullah bersabda: “Para pemuda bersekutu denganku dan orang-orang tua memusuhiku.” Seperti sepotong sajak Taufik Ismail (1998) kepada mereka:

Seluruh jajaran aparat kenegaraan di atas umur tiga puluh sudah bersedia berdiri ke pinggir secara menyeluruh.
Bangsa kini dipimpin oleh anak-anak muda yang sebenar bersih.
Kami muncul lewat tahun-tahun pengalaman yang sangat pedih.

Oleh: 4dpras | Juni 26, 2008

Join With Me

PEMUDA DI ALAM DAKWAH

PEMUDA DI ALAM DAKWAH
(Diilhami dari Sya’ir Alam Mujahidin buah karya Ami Sayyed Abdullah)

Sungai dan laut di alam kami yang deras Mujahid Muda
Mengalir menyisir ombak yang meluas
Tidak sederas hasrat kami raih syahid
Tiada seluas ‘azzam kami mati syahid

Gunung dan gedung yang menjulang tinggi
Menembus hingga ke langit-langit hati
Tiada setinggi kuasa Illahi Robbi
Tiada menjulang kuasa Robbul Izzati

Meski sayap-sayap rindu telah patah diterjang laju dunia..
Kemana lagi akan kudapati pemuda pengemban risalah
Mujahid – mujahidah sejati tanpa nafsu mengharap dunia..
Yang tetap istiqomah di tengah makar durjana..

Ya Allah.. Tetapkan ‘azzam kami dapati syahid
Kuatkan iman kami arungi dakwah ini
Dan rindu dalam kami akan jannah..
Serta rindu kami pada Allah !!

Hidup mati kami hanya untuk Allah
Harta dan segalanya milik Allah !
‘Isy Karimaan Au mut Syahidaan
Hidup dalam keMuliaan atau Mati dalam keSyahidan

Tulisan Sebelumnya »

Kategori